Selain PKS, Semua Parpol dan Elite Politik Jauhi Prabowo. Ada Apa? - IndoToday.net - Majalah Inspirasi Untuk Kita Semua

Rabu, 04 April 2018

Selain PKS, Semua Parpol dan Elite Politik Jauhi Prabowo. Ada Apa?

Selain PKS, Semua Parpol dan Elite Politik Jauhi Prabowo. Ada Apa?

Berita Indonesia Terkini - Mungkin, hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang hingga saat ini masih terlihat setia dengan Prabowo Subianto. Yang lainnya, sepertinya hanya sesekali mendekat, lalu kemudian menjauh tatkala ada hal lain yang diincarnya.

Setidaknya, hal ini yang menyulut 'emosi' Prabowo, seperti yang dikutip di laman Kompas.com (02/04/2018), bahwa dirinya mengaku kapok bergaul dengan para elite di Jakarta. Dia menilai, senyum para elite adalah sebuah kepalsuan.

Kometar pedas Prabowo ini memang bukan hanya diucapkan belakangan ini saja, tapi jauh-jauh hari juga pernah disampaikannya di setiap acara temu kader.

Coba kita Tengok ke Belakang,...

Pada Pilpres 2009, Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dengan mengusung Megawati Sukarnoputri sebagai Calon Presiden, dan Prabowo sebagai Cawapresnya.

Pilpres 2009 dimenangkan pasangan petahana SBY-Budiono. Koalisi PDIP dan Gerindra pun berlanjut di Pilkada DKI Jakarta 2012 yang mengusung Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Nah, memasuki Pilpres 2014, koalisi Gerindra dan PDIP mulai terlihat retak. Hal ini terjadi ketika PDIP secara percaya dirinya mengusung Joko Widodo (yang ketika itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta) sebagai Capres dari PDIP.

Baca Juga : Hanura: Fadli Zonk Tak Sopan dan Tak Beradab Plus Otak Bahlul
Sotak saja, hubungan PDIP dan Gerindra merenggang pasca-Megawati memberi mandat pada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden. Mandat ini dianggap mengkhianati isi perjanjian Batu Tulis.

Dalam perjanjian Batu Tulis, seperti yang tertuang di laman Tempo.co (16/03/2014), Prabowo diminta mendampingi Megawati pada Pemilu 2009. Timbal baliknya, Megawati berjanji mendukung Prabowo sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.

Namun, menurut Politikus senior PDIP, Sidarto Danusubroto, perjanjian Batu Tulis antara Partai Gerindra dan PDIP tidak berlaku. Alasannya, ketika pada Pemilu 2009 Megawati gagal menjadi presiden, seperti dikutip Republika.co.id (17/03/2014).

Itulah salah satu perpecahan kongsi Gerindra dan PDIP yang masih terasa hingga saat ini.

Pecah kongsi Prabowo dengan Prof Mahfud MD

Dalam meghadapi Pilpres 2014, Pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, menunjuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Mahfud MD pun mengajukan mundur sebagai Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta, dan tidak ikut campur atas sikap Prabowo yang tidak menerima kepuusan KPU yang memenangkan Jokowi-Kalla. Berbeda dengan Prabowo, Mahfud lebih menghormati keputusan KPU . "Kalau tidak menghormati keputusan KPU , menghormati siapa lagi," tegasnya seperti dikutip Merdeka.com (23/07/2014).

Ramai-ramai Partai Pendukung Prabowo Merapat ke Jokowi

Beberapa partai-politik yang mendukung Prabowo-Hatta di Pilres 2014, satu persatu meninggalkan Prabowo, seperti Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN). Selain PKS, semua parpol pendukung Prabowo yang memiliki suara di parlemen itu bergabung di dalam koalisi Pemerintahan Jokowi. Tentu saja, ada jatah kursi di kabinet sebagai imbalannya. Dan, itu adalah sesuatu yang wajar di dalam politik.

Sebagai politisi, tentu saja Prabowo Subianto sudah memahami apa itu politik. Di dalam politik, kita memang tak pernah mengenal adanya teman atau musuh abadi, karena yang ada hanyalah kepentingan abadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk Segera bergabung dan bermain di GarudaQQ Poker Online Terpercaya