Ketua MUI: Pak Jokowi Bangun Ekonomi dari Bawah, Bukan dari Atas - IndoToday.net - Majalah Inspirasi Untuk Kita Semua

Senin, 02 April 2018

Ketua MUI: Pak Jokowi Bangun Ekonomi dari Bawah, Bukan dari Atas

Ketua MUI: Pak Jokowi Bangun Ekonomi dari Bawah, Bukan dari Atas

Berita Indonesia Terkini – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengenai ekonomi neoliberal di Indonesia. Dia meminta Prabowo terus terang menunjuk pihak yang menerapkan konsep ekonomi neoliberal di Indonesia.

“Siapa yang bikin ekonomi liberal itu, siapa? Yang menteorikan trickle down effect itu siapa?” kata Ma’ruf di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/4).

Menurutnya, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) sangat menentang ekonomi neoliberal. Jokowi, menurut dia, membangun ekonomi dari bawah, bukan dari atas.

“Jadi Pak Jokowi justru membangun ekonomi dari bawah, bukan dari atas. Yang dari atas itu dulu itu loh,” ujarnya.

MUI, kata dia, terus mendorong pemerintahan Jokowi untuk mengembangkan ekonomi baru Indonesia yang memberdayakan rakyat.
Baca Juga : Prabowo Subianto Ungkap Penyesalannya Tidak Jadi Kudeta Presiden BJ Habibie
“Dan itu (ekonomi baru Indonesia yang memberdayakan rakyat) yang direspons Pak Jokowi. Pemerintah sudah on the track menurut saya,” ucap ulama yang juga menjabat sebagai Rais ‘Aam PBNU ini.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan bahwa sistem ekonomi neoliberal itu salah karena menyengsarakan rakyat. Namun sayangnya masukan yang disampaikannya selama ini tidak didengar kaum elie bangsa.

“Saya sudah bicara sejak 2004. Neolib itu keliru dan terbukti gagal dan tidak mungkin memberi kesejahteraan. Tetapi (itu) nggak didengar. Neolib terus dijalankan,” kata Prabowo pada Minggu (1/4) kemarin.

Prabowo menambahkan, kesalahan yang ada pada sistem neoliberal sudah dibuktikan juga oleh para ekonom luar negeri. Bahkan tahun 2015 Hillary Clinton menyatakan bahwa rakyat Amerika tidak bisa lagi menjalankan teori tersebut. Teori trickle down effect pun tak berlaku lagi.

“Apa yang sudah saya sampaikan sudah diakui dunia, elite Jakarta saja enggak mau ngakui. Padahal jaraknya dari Depok Cuma 30 KM tetapi kayak dunia lain,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut mantan Danjen Kopassus itu mengatakan, ekonom barat berpendapat bahwa neoliberalisme tidak berpihak pada rakyat. Salah satunya, kata Prabowo, John Maynard Keynes, yang berpendapat bahwa tetesan pada rakyat kecil itu baru akan menetes ketika kita sudah mati. Artinya, kata dia, tidak pernah ada tetesan ke bawah (rakyat).

“Orang kalau sudah kaya ya ingin kaya lagi. Kapitalis itu harus punya modal. Dengan modal besar dapat yang lebih besar,” ucapnya.

Prabowo menuturkan, dirinya sempat mendapat ejekan saat mengatakan bahwa neoliberalisme itu salah. Bahkan dirinya dianggap tidak paham ekonomi lantaran latar belakangnya seorang militer.

“Yang saya bicarakan angka. Tahun 2008 saya membentuk Gerindra dalam AD ART kita katakan bahwa neoliberal itu keliru. Dan kita berjuang untuk kembali pada UUD 1945. Makanya saya selalu bicara pasal 33 UUD 1945,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk Segera bergabung dan bermain di GarudaQQ Poker Online Terpercaya