Test Footer

Breaking

Selasa, 29 Januari 2019

Xiaomi Resmikan Ponsel "Android Murni" Redmi Go, Harga Mulai Rp 1,2 Juta

Baca Juga


Xiaomi Resmikan Ponsel "Android Murni" Redmi Go, Harga Mulai Rp 1,2 Juta

IndoToday - Setelah posternya sempat bersliweran di internet beberapa hari lalu, ponsel Android Go pertama Xiaomi, Redmi Go, pekan akhirnya resmi diperkenalkan.

Di bawah sub-brand Redmi, Redmi Go siap meramaikan pasar ponsel entry-level murah meriah di Asia dan Eropa bulan depan.

Sesuai spesifikasi yang telah beredar sebelumnya, Redmi Go mengusung layar berbentang 5 inci dengan resolusi 1.280 x 720 piksel berpanel LCD dan rasio aspek lawas 16:9.

Ponsel ini turut dibekali kamera depan 5 megapiksel untuk kebutuhan swafoto serta kamera belakang 8 megapiksel yang ditemani LED flash.

Redmi Go diotaki Snapdragon 425 dengan empat inti CPU Cortex-A53 yang berjalan dengan clockspeed 1,4 GHz. Dipadu dengan RAM 1 GB dan memori internal 8 GB atau 16 GB.

Meski spesifikasinya terbilang rendah untuk ukuran masa kini, hal tersebut bukan masalah.

Sebab, sistemnya menggunakan Android murni dan aplikasi yang akan dimuat nantinya adalah aplikasi-aplikasi ringan sumber daya, seperti Google Go, Google Maps Go, YouTube Go atau lainnya.

Baca juga: Apa Beda Proyek Ponsel Murah Android One dan Android Go?

Perangkat ini menjalankan sistem operasi Android Go versi 8.1 Oreo yang termasuk Android Go versi paling baru.

Redmi Go menyediakan dua slot kartu SIM yang bersifat hybrid. Sehingga pengguna harus memilih apakah akan menggunakan semuanya untuk kartu SIM atau merelakan satu untuk tempat microSD demi memperluas memori internal.

Di sektor kapasitas daya, seperti dirangkum KompasTekno dari GSM Arena, Selasa (29/1/2019), Redmi Go dibekali baterai berkapasitas 3.000 mAh.

Redmi Go tersedia dalam dua varian warna yakni hitam dan biru dengan banderol harga relatif terjangkau, yakni 80 euro (sekitar Rp 1,2 jutaan).

Redmi Go diyakini akan segera masuk ke pasar Indonesia mengingat sudah tersertifikasi oleh P3DN Kementrian Perindustrian (Kemenperin) dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30,90 persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar